Makalah Farmakologi II
OBAT ANTI EKTOPARASIT
Disusun Oleh
Fauzi
1202101010006
Kelas B
FAKULATAS
KEDOKETRAN HEWAN
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
DARUSSALAM,
BANDA ACEH
2014
K A T A P E N G A
N T A R
Assalamu’alaikum
Wr.Wb.
Alhamdulillah
puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya sehingga penyusunan makalah,dengan judul “Obat-Obat Ektoparasit“ ini
berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun dengan tujuan
untuk memenuhi tugas Farmakologi veteriner II dan menambah pengetahuan
Mahasiswa, khususnya mahasiswan Fakultas kedokteran Hewan (FKH) universitas
syiah Kuala didalam bidang faramakologi terutama yang berhubungan dengan obatan-obatan
yang digunakan sebagai obat antiparasit.
Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan
bagi penyusunan makalah selanjutnya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb
Banda Aceh, Juli 2014
Fauzi
1202101010006
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Parasit adalah suatu
organisme lebih kecil yang hidup menempel pada tubuh organisme yang lebih besar
yang disebut host. Parasit merupakan organisme yang hidupnya
merugikan induk semang yang ditumpanginya. Keberadaan parasit dalam
tubuh host dapat bersifat sebagai parasit sepenuhnya dan tidak
sepenuhnya sebagai parasit. Ada beberapa sifat hidup dari parasit seperti
parasit fakultatif, obligat, insidentil temporer dan permanen. Penyebarannya di
atas permukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya siklus hidup,
iklim, sosial budaya atau ekonomi dan kebersihan. Biasanya hospes atau induk
semang yang jadi sasarannya bisa berupa hospes definitif (akhir), insidentil,
carrier, perantara dan hospes mekanik.
Salah satu penyakit
parasit yang sering menimbulkan gangguan pada ternak, khususnya sapi
adalah serangan caplak. Caplak merupakan salah satu ektoparasit yang terdapat
pada hewan ternak dan pada umumnya selalu menimbulkan kerugian, baik secara
fisik bagi hewan itu sendiri, maupun kerugian secara ekonomis bagi
para peternak. Kerugian-kerugian ini timbul karena umumnya caplak menghisap
darah sehingga dapat mengakibatkan anemia, merusak kulit, menimbulkan
kegatalan, dan dermatitis. Namun kerugian yang paling
utama adalah peranannya sebagai vektor penyakit, antara lain vektor
dari piroplasmosis, anaplasmosis dan theileriosis
1.2
Rumusan Masalah
1. Masalah-masalah
yang sering ditimbulkan oleh ektoparasit ?
2. Apa-apa saja
obat yang digunakan untuk mengobati
penyakit oleh ektoparasit ?
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui
masalah-masalah yang ditimbulkan oleh ektoparasit
2. Untuk mengetahui obat anti ektoparasit
BAB II
ISI
2. 1. Ivermectin
a. Golongan
Ivermectin adalah antiparasit yang merupakan golongan
derivat macrocyclic lactones dari bakteri Streptomyces avermitilis
b. Indikasi
·
Broad spectrum
anti-parasite (endo dan ekto)
·
Mencegah dan melawan
infeksi heartworm, membersihkan larva heartworm, strongyloidiasis, ascariasis,
trichuriasis, filariasis, enterobiasi.
·
Perawatan mite pada
telingga
·
Perawatan untuk
sarcoptic, notoedric atau demodectic mange dan beberapa kutu, lalat, flies dan
fleas
·
Cacing pada saluran
pencernaan, cacing paru paru,cacing hidung, kutu dan caplak pada sapi, kambing
, domba, babi, anjing dan kucing.
c. Aplikasi
·
Obat ini bekerja dengan mengikat dan
mengaktifkan glutamate-gated chloride channels (GluCls) yang merupakan ligan
ion channels neurons and myocytes.
·
Dapat digunakan pada induk laktasi dan bunting
·
Pada anjing dapat
digunakan dosis tinggi untuk treatment demodectic dan sarcoptic
·
Digunakan untuk
mengatasi ascariasis pada reptil secara injeksi dan spray
·
Pada kucing dewasa
untuk pencegahan cacing & kutu suntikan ivermectin dapat dilakukan 2-4 kali
setiap tahunnya.
·
Pengunaan :
Sapi : 1 ml per 50 kg berat badan
Kambing,domba : 0,5 ml per 25 kg berat badan
Babi
: 1 ml per 33 kg berat badan
Anjing dan kucing :0,2 ml per 10 kg berat badan
d. Keterangan
·
Efek samping :
dilatasi pupil, sempoyongan (unkordinasi), paralysa, depresi, muntal, diare,
tidak nafsu makan, hipersaliva dan kematian
·
Hati-hati penggunaan pada kura-kura dan muncul
kontraindikasi
·
Berisiko terjadi
keracunan pada turunan Collies, Shetland sheepdogs, Australian shepherds, Merle
colored Pomeranians and Old English sheepdogs.
·
Ivermectin tidak
dianjurkan pada anak kucing berumur kurang dari 2 bulan, karena dapat
menyebabkan keracunan dan mengganggu perkembangan ginjal.
2.2. Cyromazin
a. Golongan
Cyromazin
merupakan ectoparasitida dari golongan triazine
b. Indikasi
Treatment larva lalat terutama Musca domestica
c. Aplikasi
Bentuk bubuk putih diberikan secara
oral dicampur pada pakan. Digunakan pada kelinci dan kambing
d. Keterangan
Menyebabkan moulting dan pupation, dan
sintesis chitin
2.3.Fipronil
a. Golongan
Fipronil
merupakan anti-ektoparasit dari golongan phenylpyrazole
b. Indikasi
·
Perawatan dan
pencegahan kutu, tick, mite, ants, beetles, cockroaches, fleas, ticks,
termites, mole crickets, thrips, rootworms, weevils, dan serangga lain pada
anjing dan kucing.
·
Fipronil menganggu
jalan Cl- mencapai reseptor gamma amino butyric acidpada (GABA) membran sel
syaraf sehingga menghasilkan terminal syaraf malfungsi
c. Aplikasi
·
Diberikan secara
topical atau disemprotkan pada anjing dan kucing
·
Kucing atau anjing: 1-2 pompa pon BB pada
penggunaan botol ukuran 250 ml atau 3-6 pompa untuk botol 100ml
d. Keterangan
·
Menyebabkan gatal dan
merah pada daerah yang disemprot
·
Tidak boleh digunakan
pada hewan yang hipersensitif
·
Hanya untuk bagian luar (kulit)
·
Tidak boleh diberikan pada kelinci.
·
Tidak boleh mengenai
mata dan mulut (berbahaya bila terjilat)
·
Tidak boleh
dikombinasikan dengan pestisida lain
2.4.FRONTLIN
a. Komposisi
mengandung Fipronil 10%.
b. Indikasi
Untuk pengobatan dan pengendalian kutu (pinjal) pada anjing dan kucing,
serta investasi caplak pada anjing.
c. Dosis dan Cara Pemakaian
kucing 0.5 ml. anjing dengan berat dibawah 10 kg 0.67 ml (S). Pada Anjing
dengan berat 11 - 20 kg 1,34 ml (M). Anjing dengan berat diatas 20 kg 2.68 ml
(L). Cara pemakaian dengan diteteskan pada daerah tengkuk anjing.
d. Kemasan 1 kotak berisi 3 pipet @ ukuran S 0.67 ml, M 1.34 ml, L 2.68 ml untuk
anjing, dan 0.5 ml untuk kucing Deptan
RI No. I. 0012816 PKC. Obat keras.
2.5.Permetrin.
Permetrin adalah obat pilihan yang direkomendasikan
oleh pihak yang paling sebagai baris pertama pengobatan di kepala, kemaluan,
dan kutu tubuh kutu parah, terutama untuk bayi berusia lebih dari 2 bulan dan
anak-anak. Obat ini adalah racun saraf yang menyebabkan kelumpuhan
dan kematian pada ektoparasit. Hal ini lebih efektif daripada crotamiton dalam
mengobati gejala dan mengurangi kemungkinan infeksi bakteri sekunder. Satu
keuntungan dari permetrin adalah efek residu pada rambut untuk siklus mencuci
rambut beberapa.Perlawanan mungkin telah dikembangkan di banyak daerah, namun.
Dokter di beberapa negara memilih pediculicides berbeda secara bergiliran untuk
mencegah perkembangan resistensi.Permetrin sangat efektif dalam membunuh kutu
dewasa dan nimfa tetapi tidak efektif dalam membunuh kutu (telur). Sebuah sisir
bergigi halus adalah tambahan penting untuk menghilangkan kutu. Pasien harus
mencuci rambut dengan sampo nonmedicated.Sebuah over-the-counter (OTC)
konsentrasi 1% (Nix) mungkin tidak cukup untuk pengobatan kutu kemaluan dan
untuk beberapa kasus kutu. Persiapan resep 5% dipasarkan untuk kudis (Elimite)
mungkin lebih efektif dalam beberapa kasus. Ketaatan pada rejimen pengobatan
sangat penting.Pyrethrins dan butoksida piperonyl (Kekuatan Maksimum RID,
Pronto, R & C, A200 Kekuatan Maksimum) Pyrethrins adalah pengobatan lini
pertama di kepala, kemaluan, dan kutu tubuh kutu parah. Agen ini merangsang
sistem saraf parasit, menyebabkan kejang dan kematian parasit. Ini adalah agen
OTC yang lebih tua yang masih muncul untuk menjadi efektif. Ini tidak memiliki
tindakan residu permetrin dan lebih cenderung memerlukan aplikasi
berulang-ulang. Produk pyrethrin dikontraindikasikan untuk pasien dengan alergi
kontak untuk ragweed, terpentin, atau krisan.
2.6.Malathion
(Ovide)
Malathion disetujui oleh FDA untuk pengobatan kutu.
Ini adalah penghambat kolinesterase ireversibel yang dihidrolisis dan karena
itu didetoksifikasi cepat oleh mamalia tetapi tidak oleh serangga, melainkan
baik ovicidal dan pediculicidal. Ia mengikat rambut dan menyediakan beberapa
perlindungan sisa setelah terapi. Malathion tersedia sebagai 0,5% dan 1% air
berbasis lotion.Lihatinformasi obat penuhIvermectin topikal (Sklice)
Ivermectin topikal menyebabkan kematian parasit dengan selektif, afinitas tinggi
mengikat glutamat-gated saluran klorida terletak di saraf invertebrata dan sel
otot. Ini adalah pediculicide topikal yang memperlakukan kutu dengan aplikasi
10-menit tunggal tanpa nit menyisir pada orang dewasa dan anak usia 6 bulan
atau lebih.
2.7.Lindane
Lindane merangsang sistem saraf parasit, menyebabkan
kejang dan kematian. Ini adalah insektisida diklorinasi tersedia sebagai lotion
1%, krim, dan sampo. Ini adalah pengobatan lini kedua jika agen lain gagal atau
tidak ditoleransi.Lindane sangat tidak aman pada anak karena penyerapan
transkutan yang mengarah ke neurotoksisitas. Pada bulan Maret 2003, FDA
mengeluarkan penasihat peringatan kesehatan masyarakat peningkatan risiko efek
samping pengobatan lindane pada orang yang masih muda, kecil, atau lanjut usia.
Semakin tingginya hati-hati harus dilakukan jika lindane digunakan pada pasien
tersebut. Secara keseluruhan, permetrin adalah pilihan yang lebih aman.
2.8.Isopropil
miristat (Resultz)
Isopropil miristat tidak tersedia di Amerika Serikat
(saat ini dalam tahap uji klinis III), tetapi tersedia di Kanada dan Eropa. Ini
adalah obat non-insektisida berbasis berisi isopropil miristat, bahan yang
biasa digunakan dalam kosmetik. Modus kerjanya adalah proses mekanik yang
melemahkan cangkang lilin kutu, yang mengakibatkan hilangnya cairan internal
dan dehidrasi.
2.9.Benzil
alkohol (Ulesfia, Zilactin)
Benzil alkohol menghambat kutu dari menutup spirakel
pernapasan mereka, yang memungkinkan lotion untuk menghalangi spirakel, yang
akhirnya menghasilkan sesak napas. Tidak menimbulkan aktivitas ovicidal. Produk
ini mengandung benzil alkohol 5%.
2.10.
Spinosad (Natroba)
Spinosad menyebabkan eksitasi neuron pada serangga,
diikuti oleh hyperexcitation, kelumpuhan, dan kematian. Obat ini adalah
pediculicide diindikasikan untuk pengobatan topikal dari infestasi
kutu. Obat ini tersedia sebagai suspensi 0,9%.
DAFTAR
PUSTAKA
Mycek,M.J
dan richard.A.H dan pemela,CC.2001.Farmakologi
edisi ke 2.Widya medika : Jakarta.
Kee,J.L
dan Hayes,E.R.1996.Farmakologi.Penerbit
buku kedokteran EGC: Jakarta.
Striner,J.L.2009.Konsep dasar farmakologi.Penerbit Buku
Kedokteran EGC :Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar