Paper Mikrobiologi II
Diajukan untuk melengkapi tugas Mata Kuliah Mikrobiologi II
GENETIKA VIRUS
Disusun
Oleh :
Fauzi
1202101010006
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM,BANDA ACEH
DARUSSALAM,BANDA ACEH
2014
A.
Pengertian Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopis
yang menginfeksi sel organisme biologis.Virus bersifata parasit obligat,hal
tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi didalam material
hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak
memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.Biasanya virus
mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA,tetapi tidak kombinasi
keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein
lipid,glikoprotein atau digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein
yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Virus merupakan kesatuan yang mengandung asam
nukleat DNA atau RNA,mengandung protein selubung.Kadang-kadang virus tertutup
oleh envelope dari lipid,protein dan karbihidrat yang mengelilingi asam nukleat
virus.Virus bermultivikasi didalam sel hidup dengan menggunakan mesin
penyintesis dari sel inang.(Pratiwi.2008)
Kisaran inang virus amat luas meliputi
bakteri,fungi, protista,tanman,hewan vevertebrata maupun hewan
nonvetebrata.Permukaan virus berinteraksi dengan reseptor spesifik pada
permukaan sel inang dengan pengikatan hidrogen.Ukuran virus dapat ditentukan
dengan bantuan mikroskop elektron,diketahui panjangnya berkisar antara
20-14.000 nm. (Pratiwi.2008)
Informasi sel didalam kromosom disebut
genom.Genom sel diorganisasi didalam kromosom.Kromosom adalah suati struktur
yang mengandung DNA,dimana DNA secara fisik membawa informasi
herediter.Kromosom menganndung gen,Gen adalah segmen dari DNA (keculai pada
beberapa virus RNA),dimana gen mengkode protein.
Virus DNA adalah virus yang
materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin. Di
dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami replikasi menjadi beberapa
DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA. mRNA akan mengalami translasi
untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di dalam sel inang, DNA dan
protein virus mengkonstruksikan diri menjadi virus – virus baru. mRNA juga akan
membentuk enzim penghancur (Lisozim) sehingga sel inang lisis (hancur) dan
virus – virus keluar untuk menginfeksi sel inang lainnya
Virus RNA adalah virus yang
materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai tunggal atau ganda
tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada virus akan mengalami
transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya membentuk DNA.
Selanjutnya DNA virus akan masuk ke inti sel inangnya, menyisip ke dalam DNA
inangnya. DNA virus akan merusak DNA inangnya dan membentuk mRNA. mRNA akan
mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus untuk menbentuk
virus – virus baru.
B. DNA
dan RNA Virus
DNA adalah makromolekul yang terusun atas
unit berulang yang disebut nukleotida tediri atas basa nitrogen adenin
(A),timin (T),sitosin(C) atau guanin
(G) ; deoksiribosa (suati gula pentosa ) dan sebuah gugus fosfat.DNA didalam sel terdapat sebagai rantai panjang nukleotida yan berpasangan dan membelit menjadi satu membentuk struktur heliks ganda (double heliks).Kedua rantai terkait oleh ikatan hidrogen yang terdapat diantara basa-basa nitrogen.Pasangan basa selalu terdapat dalam pola spesifik yaitu adenin yang selalu berpasanagn dengan timin,dan sitosin yang selau berpasangan dengan guanin.
(G) ; deoksiribosa (suati gula pentosa ) dan sebuah gugus fosfat.DNA didalam sel terdapat sebagai rantai panjang nukleotida yan berpasangan dan membelit menjadi satu membentuk struktur heliks ganda (double heliks).Kedua rantai terkait oleh ikatan hidrogen yang terdapat diantara basa-basa nitrogen.Pasangan basa selalu terdapat dalam pola spesifik yaitu adenin yang selalu berpasanagn dengan timin,dan sitosin yang selau berpasangan dengan guanin.
b. gula deoksiribosa
c. basa nitrogen, yang terdiri dari:
Adenina (A)
Guanina (G)
Sitosina (C)
Timina (T)
Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut
dinamakan nukleotida, sehingga DNA
tergolong sebagai polinukleotida.Rantai DNA memiliki lebar 22-24 Å, sementara panjang satu unit nukleotida 3,3 Å.Walaupun
unit monomer ini sangatlah kecil, DNA dapat memiliki jutaan nukleotida yang
terangkai seperti rantai. Misalnya, kromosom terbesar pada manusia terdiri atas
220 juta nukleotida
Rangka utama untai DNA terdiri
dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa(berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula
terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula
dan atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama DNA dan
RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.
RNA
atau asam ribonukleat merupakan asam nukleat polimer yang melakukan peran
penting dalam menerjemahkan kode genetik dari DNA untuk produk protein. Hal ini
ditemukan dalam inti sel dan sitoplasma. Hal ini biasanya molekul beruntai
tunggal dengan rantai nukleotida lebih pendek. Gula ini adalah ribosa. Beberapa
virus RNA menanamkan RNA ke sel inang dan melewatkan host DNA untuk duplikasi
dan decoding. DNA di sini bertindak sebagai pola untuk virus RNA kemudian
mentranskripsi menjadi protein virus. Beberapa virus RNA menanamkan enzim
transkriptase yang mentransfer virus RNA terhadap virus DNA dan menggabungkan
ke dalam DNA inang. Kemudian mengikuti proses replikasi DNA. Replikasi biasanya
terjadi di sitoplasma. Mutasi adalah penyebab utama perubahan dalam kode
genetik dari virus. Dalam RNA mutasi lebih tinggi karena RNA. polimerase adalah
mungkin untuk melakukan kesalahan. Mereka tidak stabil dan mengganti mantel
protein yang bisa menipu sistem kekebalan tubuh.
C. Aliran
Genetik
Aliran informasi genetik mengikuti dogma
sentral ( central dogma ) dalam genetika.Dogma sentral merupakan konsep dasar
sifat hereditas yang menentukan ciri-ciri spesifik suatu spesies,yaitu aliran
informasi bahan genetik dari DNA ke asam amino protein.Pada dogma genetik
dikenal tiga proses yaitu :
a.
Proses
replikasi yaitu proses pengadaan bahan informasi genetik.
b.
Proses transkripsi yaitu prses sintesis RNA dengan
menggunakan DNA sebagai cetakan.
c.
Proses
translasi yaitu proses penerjamahan kode genetik pada mRNA menjadi urusan asam
amino dalam sintesis protein.
DNA direplikasi sebelum pembelahan
sel,sehingga kedua sel anak menerima kromosom yang identik dengan induknya.Pada
setiap sel DNA selanjutnya ditranskripsi kedalam mRNA dan kemudian ditranslasi
menjadi protein.
3.1.Replikasi DNA
Pada replikasi DNA,satu molekul DNA heliks
ganda di konversi menjadi dua molekul
nak yang identik.Karena bas pada kedua rantai heliks ganda saling
komlementer,maka suatu rantai berfungsi sebgai cetakan bagi produksi suatu
rantai anak yang baru.
Proses replikasi mulamula berlangsung dengan
bekerjanya enzim topoisomerase ( girase ) dengan mengendorkan lilitan DNA
dupleks.Enzim helikase selanjutnya bekerja dengan cara memotongikatan hdrogen
diantara basa-basa penyusun Dna sehingga lilitan ratai ganda DNA menjadi
terbuka.Enzim singel strand binding (ssb) protein akan menstabilkan DNA untai
tunggal yang terbenuk dengan cara menjaga DNA untai tuggal untuk tidk bersatu
kembali.Pada tahap replikasi selanjutnya ,enzim perimase menyintesis Rna berupa
potongan pendek RNA.
3.2.Transkripsi RNA dan Sintesis Protein
Transkripsi merupakan
pembentukan/sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, sehingga terjadi proses
pemindahan informasi genetik dari DNA ke RNA. Fungsi ini disebut fungsi
heterokatalis DNA karena DNA mampu mensintesis senyawa lain yaitu RNA. Sebuah
rantai DNA digunakan untuk mencetak rantai tunggal mRNA dengan bantuan enzim
polimerase. Enzim tersebut menempel pada kodon permulaan, umumnya adalah kodon
untuk asam amino metionin. Pertama-tama, ikatan hidrogen di bagian DNA yang
disalin terbuka. Akibatnya, dua utas DNA berpisah.
Salah satu polinukleotida
berfungsi sebagai pencetak atau sense, yang lain sebagai gen atau antisense.
Misalnya pencetak memiliki urutan basa G-A-G-A-C-T, dan yang berfungsi sebagai
gen memiliki urutan basa komplemen C-T-C-T-G-A. Karena pencetaknya G-A-G-A-C-T,
maka RNA hasil cetakannya C-U-C-U-G-A. Jadi, RNA C-U-C-U-G-A merupakan hasil
kopian dari DNA C-T-C-T-G-A (gen), dan merupakan komplemen dari pencetak.
Transkripsi DNA akan
menghasilkan mRNA (messenger RNA). Pada organisme eukariot, mRNA yang
dihasilkan itu tidak langsung dapat berfungsi dalam sintesis polipeptida, sebab
masih mengandung segmen-segmen yang tidak berfungsi yang disebut intron.
Sedangkan segmen-segmen yang berfungsi untuk sintesis protein disebut ekson. Di
dalam nukleus terjadi pematangan/pemasakan mRNA yaitu dengan jalan melepaskan
segmen-segmen intron dan merangkaikan segmen-segmen ekson. Gabungan segmen-segmen
ekson membentuk satu rantai/utas mRNA yang mengandung sejumlah kodon untuk
penyusunan polipeptida. Rantai mRNA ini dikenal sebagai sistron.
Fungsi dasar yang harus
dijalankan oleh DNA sebagai materi genetik adalah fungsi fenotipik. Artinya,
DNA harus mampu mengatur pertumbuhan dan diferensiasi individu organisme
sehingga dihasilkan suatu fenotipe tertentu. Fungsi ini dilaksanakan melalui
ekspresi gen, yang tahap pertamanya adalah proses transkripsi, yaitu perubahan
urutan basa molekul DNA menjadi urutan basa molekul RNA. Dengan perkataan lain,
transkripsi merupakan proses sintesis RNA menggunakan salah satu untai molekul
DNA sebagai cetakan (templat)nya.
Gambar diunduh dari : http://biolog-indonesia.blogspot.com/2012/03/download-materi-powerpoint-sintesis.html
D. Perbedaan Virus DNA dan RNA
Pada virus DNA, integrasi DNA virus adalah sama seperti bagaimana host
awalnya akan menggabungkan DNA. Virus akan menanamkan kode genetik khusus untuk
membran DNA inang kemudian dengan bantuan RNA polimerase duplikasi terjadi.
Replikasi biasanya terjadi dalam nukleus. Dengan terbentuknya virus dilakukan
selama fase litik, membran sel inang dan memisahkan virus baru dibebaskan.
Tingkat mutasi pada DNA lebih rendah karena DNA polymerase adalah memiliki
aktivitas penyulingan. Mereka adalah parasit intraseluler menarik dan mereka
tanpa perasaan menghubungkan dengan perubahan yang terjadi dalam host. Kekhasan
dari virus DNA sering menyimpulkan pada tingkat transkripsi. Jenis virus yang
mengapa vaksin bekerja secara efektif sepanjang tahun.
RNA atau asam ribonukleat merupakan asam nukleat polimer yang melakukan
peran penting dalam menerjemahkan kode genetik dari DNA untuk produk protein.
Hal ini ditemukan dalam inti sel dan sitoplasma. Hal ini biasanya molekul
beruntai tunggal dengan rantai nukleotida lebih pendek. Gula ini adalah ribosa.
Beberapa virus RNA menanamkan RNA ke sel inang dan melewatkan host DNA untuk
duplikasi dan decoding. DNA di sini bertindak sebagai pola untuk virus RNA
kemudian mentranskripsi menjadi protein virus. Beberapa virus RNA menanamkan
enzim transkriptase yang mentransfer virus RNA terhadap virus DNA dan
menggabungkan ke dalam DNA inang. Kemudian mengikuti proses replikasi DNA.
Replikasi biasanya terjadi di sitoplasma. Mutasi adalah penyebab utama
perubahan dalam kode genetik dari virus. Dalam RNA mutasi lebih tinggi karena
RNA. polimerase adalah mungkin untuk melakukan kesalahan. Mereka tidak stabil
dan mengganti mantel protein yang bisa menipu sistem kekebalan tubuh.
Perbedaan Virus RNA vs DNA:
1. DNA virus sebagian besar beruntai ganda sedangkan virus RNA beruntai
tunggal.
2. RNA tingkat mutasi lebih tinggi dari laju mutasi DNA.
3. Replikasi DNA terjadi di inti sementara replikasi RNA terjadi dalam
sitoplasma.
4. DNA virus yang stabil sementara virus RNA tidak stabil.
5. Pada virus DNA, kode genetik virus disuntikkan dalam DNA inang untuk
duplikasi dan decoding. RNA virus melewatkan DNA untuk duplikasi dan decoding.
Daftar Pustaka
Brooks.F.G.2005.Mikrobiologi Kedokteran.Jakarta :Salemba
Medika
Pratiwi.C.S.2008.Mikrobiologi Farmasi.Bandung:Erlangga



Tidak ada komentar:
Posting Komentar