Paper Farmakologi VeterinerI
OBAT
YANG BEKERJA PADA SISTEM REPRODUKSI
Diajukan
untuk melengkapi tugas Mata Kuliah Farmakologi Veteriner I
Oleh
: Kelompok I
1. Fauzi
2.Ayu
andella agustina
3.Lia adianti
4.Roza Fitria
5.Mardiana
6.Riska Ayuni
Fakultas
Kedokteran Hewan
Universitas
Syiah Kuala
Darussalam,
Banda Aceh
2014
A. Penyakit
pada sistem reproduksi dan pengobatannya
1.
SAFILIS
Merupakan
Penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri.
Ø Gejala
-
Luka pada bagian alat kelamin : rectum, lidah dan
bibir.
-
Pembengkakan getah bening pada bagian paha
-
Bercak-bercak diseluruh tubuh.
-
Nyeli di seluruh tubuh
Ø Pengobatan
Dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik
secara cepat.
2.
GONORE
¨ Gejala
¡ Keluarnya
cairan seperti nanah dari saluran kelamin
¡ Terasa
panas dan sering kencing.
¨ Penyakit
ini dapat menyebabkan rasa nyeri di persendian dan mengakibatkan kemandulan.
¨ Dapat
disembuhkan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.
3.
HERPES
GENETALIS
Disebabkan oleh virus (hespes simpleks)
Ø Gejala
¡ Timbulnya
rasa gatal atau sakit di daerah alat kelamin
¡ Adanya
luka yang terbuka atau lepuhan berair.
¡ Herpes
genetalis dapat menular melalui kontak langsung , luka yang terbuka memudahkan
virus untuk menginfeksi bagian tubuh yang lain.
Ø Penderita
penyakit ini biasanya diobati dengan “antivirus” serta vitamin untuk menguatkan
daya tahan tubuh. penderita Sebaiknya beristirahat kira-kira 2 minggu atau
hingga luka herpes mengering dan keluhan pegal-pegal mereda.
4.
INFEKSI
JAMUR CANDIDA
q Kandida
merupakan jenis jamur yang hidup pada saluran pencernaan, saluran kemih dan
genital.
q Kandida
albikans adalah jamur yang paling sering menginfeksi manusia.
Ø Gejala
Ø Munculnya
rasa gatal di daerah alat kelamin terutama di malam hari.
Ø Keluarnya
cairan vagina berwarna pekat seperti keju sampai dengan keruh encer.
Ø Pengobatan
Infeksi
dapat diobati dengan obat anti jamur yang digunakan secara lokal , atau apabila
infeksi berat maka dokter akan menyarankan penggunaan antibiotika.
B. Pada
Hewan Betina
1. BIOTOCIN
Bentuk Sediaan : Cairan Injeksi
Komposisi : Tiap ml mengandung Oksitosin 10 IU
Indikasi :
Membantu pengeluaran air susu pada hewan yang sedang laktasi, mempercepat pengeluaran janin pada diagnosa
inertia uterin, membantu pengeluaran sisa plasenta, membantu pengembalian rahim
ke bentuk semula setelah melahirkan, kontraksi usus lemah, atonia uteri,
lokiometra, prolaps uteri, perdarahan uterus.
Kontra Indikasi :
Distokia pada posisi abnormal, premature, torsio uteri, janin terlalu besar,
hiperkontraksi uterus, tetanus uteri, ruptur uteri.
Dosis dan Cara Pemakaian : Injeksi IM atauSK, Kuda,
sapi 4-6ml/ekor,Kambing, domba1-2ml/ ekor,Babi 1-3ml/ekor,Anjing, kucing
0,25-1ml/ekor
Kemasan :
50ml
Deptan RI No. D. 0204107 PKC. Obat keras.
2. CHORULON
Intervet
Intl. B.V. (Belanda Intervet Indonesia)
Bentuk sediaan : Serbuk kering beku untuk injeksi
Komposisi : Setiap vial Mengandung 1500 IU
hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin)
Indikasi :
Kontrol masalah Fertilitas (induksi
ovulasi, sista ovaria, anestrus, ovulasi yang tertunda,kurang libido dan
cryptorchidism) pada sapi, anjing, kuda.Peringatan
Simpan Obat pada suhu 8-15 0C
Dosis dan Cara Pemakaian : Sapi 1500 IU im/iv, Kuda betina1500-3000 IU im/iv, Anjing
100-500 IU im.
Kemasan :
Vial berisi 1500 IU dan 5000IU hCG + pelarut.
Deptan RI No. I. 9807413 PKS.1 Obat
keras.
3. CRESTAR
Intervet
Intl. B.V. (Belanda/Intervet Indonesia)
Bentuk sediaan : Implan + cairan (injeksi)
Komposisi Crestar :
Implan mengandung 3 mg Progestagen Norgestomet, Larutan injeksi 2 ml mengandung
3 mg Norgestomet dan 5 mg Oestradiol valerate.
Indikasi : Pengaturan estrus pada sapi dara dan
dewasa
Dosis dan Cara Pemakaian : Implan secara sc dan injeksi secara im.
Kemasan
: Kotak karton berisi 5x5
implan dan 5x5 untuk vial 2 ml larutan injeksi. Deptan RI No. I. 98090605 PKC.
Obat keras.
4. FERTAGYL
Intervet
Intl. B.V. (Belanda/Intervet Indonesia)
Bentuk sediaan : Cairan injeksi
Komposisi :
Per ml mengandung 0,1 mg Gonadorellin
Indikasi :
Sistik ovari, perbaikan fertilitas pre dan post partus
Dosis dan Cara Pemakaian : Sapi 2,5– ml im, kelinci 0,2 ml im
Kemasan :
Vial 5 ml
Deptan RI No. I. 9807165 PKC.1 Obat
keras.
5. GONASER
HIPRA,
S.A Spanyol/Mensana Aneka Satwa
Bentuk sediaan : cairan
Komposisi : setiap ml mengandung serum
gonadotrophin (PMSG) 100 IU
Indikasi :
Domba/kambing/sapi anestrus, superovulasi, sinkronisasi estrus, merangsang
perkembangan follikel ovarium.
Dosis dan Cara Pemakaian : Intramuskular; Sapi 2.000 IU/ekor; Domba/kambing 300 – 600
IU/ekor.
Kemasan :
Botol 100 ml
Deptan RI No. I. 04012210 PKC.1 Obat
keras.
6. HORMONIPRA
HIPRA,
S.A Spanyol/Mensana Aneka Satwa
Bentuk sediaan : cairan
Komposisi : setiap ml mengandung Oksitosin 10 IU
Indikasi :
Membantu proses partus/atoni uterus, memperlancar sekresi dan ekskresi air susu setelah
partus, retensio plasenta, metritis.
Dosis dan Cara Pemakaian: Subkutan/intramuskular/intravena;
Sapi 5–7 ml/ekor; Babi 3 – 5 ml/ekor
Kemasan :
Vial 10 ml, botol 100 ml.
Deptan RI No I. 03072203 PKC.1 Obat
keras.
7. INTERTOCIN
- S
Intervet
Intl. B.V. Belanda/Intervet Indonesia
Bentuk sediaan : Cairan injeksi
Komposisi : Setiap ml mengandung Oxytocinsintesis dengan
konsentrasi 10 IU/ml
Indikasi :
Stimulasi kontraksi uterus,mempercepat involusi uterus post partus, mengontrol
perdarahan post partus,membantu “milk let down” pada kasus agalactia Kontra
Indikasi Pada kasus distokia“obstructive” jika digunakan untuk membantu
kelahiran, serviks harus sudah terbuka.
Dosis dan Cara Pemakaian: secara sc atau im untuk
kuda 0,5–5 ml, sapi1 1–5 ml,domba-kambing-babi 0,5-3 ml, anjing 0,2–1 ml dan
kucing 0,1–0,5 ml.
Kemasan :Vial
10ml, 25ml, dan 50ml.
Deptan RI No. 98071147 PKC.1. Obat
keras.
8. LUTALYSE
Pfizer Inc., Amerika Serikat/Indovetraco
Makmur Abadi
Bentuk sediaan : cair
Komposisi :
dalam 1ml mengandung Dinoprost tromethamin 5mg, Benzil Alkohol 9.45mg
Indikasi :
penyeragaman berahi, pengobatan endometritiskronis dan piometra, pengobatan
birahi tidak kentara (silent estrus) danpersisten korpus luteum, agen penggugur
kandungan, mengatur kelahiran.
Dosis dan Cara Pemakaian: Pengaturan estrus sapi dan
kuda im 5 ml, 4 hari setelah estrus.Pengobatan estrus sapi dan kuda 5 ml secara
im, 4 hari setelah estrus. InduksiAbortus Sapi 5-7ml secara im dapat digunakan
hingga kebuntingan diatas 150 hari,Kuda 5 ml secara im dapat digunakan hingga
kebuntingan 35 hari. Induksi kelahiranSapi 5-7 ml secara im pada atau setelah
umur kebuntingan 270 hari interval pemberian1-8 hari, Babi 2ml secara im
diberikan 3 hari sebelum kelahiran dijadwalkan.
Kemasan :
10ml.
Deptan RI No. I. 0007113 PKC.2 Obat
keras.
9.
NOROPROST
Norbrook
Lab - UK / Surya Hidup Satwa
Bentuk sediaan : Cair
Komposisi : Dinoprost 5 mg / ml
Indikasi :
Meruntuhkan corpusluteum
Dosis dan cara pemakaian: 5 ml / ekor
Kemasan :
10 ml
DeptanRI No. I 03112683 PKC Obat keras.
10. NYMFALON
11. Intervet
Intl. B.V. Belanda/Intervet Indonesia
Bentuk sediaan : Pellet kering beku infuse
Komposisi : Setiap vial mengandung3000 IU hCG dan 125 mg
Progesteron
Indikasi :
Kasus sistik ovari pada sapi
Dosisdan Cara Pemakaian: Tiap vial untuk
satu ekor sapi
Kemasan :
Vial 3000 IU hCG + 125 mg Progesteron + pelarut.
Deptan RI No. 9807414 PKC.1. Obat keras.
12. OXYTOCINA
PITUITARIA
Laboratorios
Calier, S.A. – Spanyol
Bentuk Sediaan : Cair
Komposisi : Tiap 1 ml mengandung sintetik Oxytocin 20 IU
Indikasi :
Merangsang otot polos yang digunakan pada masa kelahiran (merangsangkontraksi
otot uterus), retention secundinarium, atoni uterus, inertia uterine primerdan
sekunder ; Merangsang produksi susu pada kasus agalactia; Kombinasi
denganantibiotic pada kasus metritis Distokia, mechanic obstruction, kelainan
uterus,penyakit cardiovascular dan ukuran foetus yang terlalu besar; Waktu
henti obat 2 hari.
Dosis dan Cara Pemakaian: im atau iv, jika
dibutuhkan dapat diulang setelah30 menit.Gangguan kelahiran sapi3,7-5,0ml;kuda
3,7-7,5ml;babi, kambing,domb1,5-2,5ml;anjing0,25-1,25ml;kucing0,25-0,5ml.gangguan
pengeluaran susu (agalactia)sapi dan kuda 0,5-1,0 ml;babi, kambing , domba
0,25-1,0ml; anjing , kucing 0,05-0,5ml.
Kemasan :
50 ml
Deptan RI I 03031407 PKS.1 Obat keras.
13. PG
600
Intervet
Intl. B.V. Belanda/Intervet Indonesia
Bentuk sediaan : Pellet injeksi
Komposisi :
Setiap vial mengandung 400 IU PMSG(Pregnant Mare Serum Gonadotropin) dan 200 IU
HcG untuk Babi.
Indikasi :
Memulaisiklus estrus,memperbanyak jumlah anak/kelahiran, anestrus,
pemeriksaankebuntingan, induksi estrus pada betina.
Dosis dan Cara Pemakaian: Penyuntikanim
atau sc
Kemasan :
Vial dosis tunggal+pelarut dan vial 5 dosis+pelarut.
Deptan RINo. 9807440 PKC.1 Obat keras
14. PLUSET
Laboratorios
Calier, S.A. – Spanyol/Megan Galus Kinantan
Bentuk Sediaan : Bubuk & cairan pelarut
Komposisi :
1vial terdiri dari Folliclestimulatinghormone (FSH) 500IU dan Luteinizing
hormone (LH) 500IU; 1vialpelarut terdiri dari Chlorocresol 0,02gdan Sterile,
pyrogen-free 20ml.
Indikasi :
Induksisuper ovulasi. Jangan diberikan pada sapi yang sedang dalam masa
kebuntingan.
Dosis dan Cara Pemakaian: suntikkan
secara im
Kemasan :
20ml
DeptanRINo.I 03052577VKS. Obat keras.
15. PROSOLVIN
16. Bentuk
sediaan : Cairan injeksi
Komposisi : Setiap vial mengandung Luprostiol 7,5 mg/ml
Indikasi :
Subestrus, pengontrolan pembiakan, endometritis kronis, pyometra,
mummifikasi
atau maserasi, induksi aborsi, induksi kelahiran, induksi estruskedua post
partus, anestrus, corpus luteum persisten, induksi estrus untuk pengaturan
perkawinan.
Dosis dan Cara Pemakaian: Sapi 1-2 ml,
kuda 1 ml, domba 1 ml, babi1 ml.
Kemasan :
Vial 2 ml dan 10 ml
Deptan RI No. I. 9807328 PKC. 2. Obat
keras.
17. CLOXALEN PLUS
Fatro S.p.A, Italia/Swadesi
CandraSentosa
Bentuk
sediaan :
Cair
Komposisi : Mengandung Ampicillin Sodium,
Dicloxacillin Sodium.
Indikasi :
Mengobati mastitis pada sapi masa laktasi.
Kontra Indikasi :
Pada hewan-hewan hypersensitif terhadap Penicillin, obat dapat menimbulkan
reaksi alergi yang dapat di kontrol dengan memberikan treatment dan diberikan
obat anti alergi.
Dosis dan Cara pemakaian : Untuk sapi 1 syringge perkuartir setiap 12 jam setiap 2-3 hari
di ikuti pemerahan.
Kemasan :
Box 12 syringe
Deptan RI No. I. 02081979 PKC.1 Obat
keras.
C. Pada Hewan Jantan
1. FOLLIGON
Bentuk sediaan : Pellet
Komposisi :
Setiap vial mengandung hormon PMSG ( Pregnant Mare Serum Gonadotrophin) 1000 IU
Indikasi Anestrus, superovulasi,Paparan Pemberian Obat Hewan, perbaikan
fertilitas, spermatogenesis yang kurang baik pada hewan jantan.
GOLONGAN FARMAKOLOGI FARMASETIK
Dosis dan Cara Pemakaian : Sapi betina 300–3000IU, sapi jantan
1500–3000 IU im,
Kuda
betina 2000 IU, kuda jantan 1500-3000 IU im, Domba betina 400-750 IU,domba
jantan 500-1000IU im,kambing betina 1000IU, kambing jantan 500– 1000IU im, Babi
1000 IU im, anjing betina 50–200 IU, anjing jantan 400–1000 IU im, kucing
Jantan 400–1000 IU im.
Kemasan :
Vial 1000 IU+pelarut.
Deptan RI No.9807415 PKC.1. Obat keras.
2. OESTRADIOL
BENZOAT
Intervet
Intl. B.V. Belanda/Intervet Indonesia
Bentuk sediaan : Cairan injeksi
Komposisi : Setiap vial mengandung Oestradiol benzoat 5mg/ml
Indikasi :
Metritis dan pyometra, salah kawin(mesalliance),kesulitan kencing, prostatitis,
prostat hiperplasia dan kelebihan libido
Dosis danCara Pemakaian: Sapi 0,006
mg/kg im, anjing betina 0,01mg/kg im atau sc, anjing
jantan
0,03mg/kg im atau sc.
Kemasan :
Vial 10ml
Deptan RI No. I 98070330VKC.1. Obat
keras
Daftar Pustaka
sengaja tidak dilampirkan..supaya paper ini hanya dijadikan bahan bacaan..bukan untuk dikopas dan dijadikan paper yang baru...hehehe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar