Selasa, 13 Januari 2015

makalah farmakologi (obat sistem reproduksi )

Paper Farmakologi VeterinerI


OBAT YANG BEKERJA PADA SISTEM REPRODUKSI


Diajukan untuk melengkapi tugas Mata Kuliah Farmakologi Veteriner I


Oleh : Kelompok I
                                                   1. Fauzi                  
                                                   2.Ayu andella agustina
                                                  3.Lia adianti
                                                  4.Roza Fitria
                                                  5.Mardiana
                                                  6.Riska Ayuni







Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Syiah Kuala
Darussalam, Banda Aceh
2014




A.    Penyakit pada sistem reproduksi dan pengobatannya
1.      SAFILIS
                        Merupakan Penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri.
Ø  Gejala
                        - Luka pada bagian alat kelamin : rectum, lidah         dan bibir.
                        - Pembengkakan getah bening pada bagian paha
                        - Bercak-bercak diseluruh tubuh.
                        - Nyeli di seluruh tubuh
Ø  Pengobatan
              Dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik secara cepat.

2.      GONORE
¨  Gejala 
¡  Keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamin
¡  Terasa panas dan sering kencing.
¨  Penyakit ini dapat menyebabkan rasa nyeri di persendian dan mengakibatkan kemandulan.
¨  Dapat disembuhkan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.

3.      HERPES GENETALIS
Disebabkan oleh virus (hespes simpleks)
Ø  Gejala
¡  Timbulnya rasa gatal atau sakit di daerah alat kelamin
¡  Adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair.
¡  Herpes genetalis dapat menular melalui kontak langsung , luka yang terbuka memudahkan virus untuk menginfeksi bagian tubuh yang lain.
Ø  Penderita penyakit ini biasanya diobati dengan “antivirus” serta vitamin untuk menguatkan daya tahan tubuh. penderita Sebaiknya beristirahat kira-kira 2 minggu atau hingga luka herpes mengering dan keluhan pegal-pegal mereda.

4.      INFEKSI JAMUR CANDIDA

q  Kandida merupakan jenis jamur yang hidup pada saluran pencernaan, saluran kemih dan genital.
q  Kandida albikans adalah jamur yang paling sering menginfeksi manusia.
Ø  Gejala
Ø  Munculnya rasa gatal di daerah alat kelamin terutama di malam hari.
Ø  Keluarnya cairan vagina berwarna pekat seperti keju sampai dengan keruh encer.
Ø  Pengobatan
            Infeksi dapat diobati dengan obat anti jamur yang digunakan secara lokal , atau apabila infeksi berat maka dokter akan menyarankan penggunaan antibiotika.


















B.     Pada Hewan Betina

1.      BIOTOCIN
Bentuk Sediaan           : Cairan Injeksi
Komposisi                   : Tiap ml mengandung Oksitosin 10 IU
Indikasi                       : Membantu pengeluaran air susu pada hewan yang sedang laktasi,   mempercepat pengeluaran janin pada diagnosa inertia uterin, membantu pengeluaran sisa plasenta, membantu pengembalian rahim ke bentuk semula setelah melahirkan, kontraksi usus lemah, atonia uteri, lokiometra, prolaps uteri, perdarahan uterus.
Kontra Indikasi           : Distokia pada posisi abnormal, premature, torsio uteri, janin terlalu besar, hiperkontraksi uterus, tetanus uteri, ruptur uteri.
Dosis dan Cara Pemakaian : Injeksi IM atauSK, Kuda, sapi 4-6ml/ekor,Kambing, domba1-2ml/ ekor,Babi 1-3ml/ekor,Anjing, kucing 0,25-1ml/ekor
Kemasan                                 : 50ml
Deptan RI No. D. 0204107 PKC. Obat keras.

2.    CHORULON
Intervet Intl. B.V. (Belanda Intervet Indonesia)
Bentuk sediaan                       :   Serbuk kering beku untuk injeksi
Komposisi                               : Setiap vial Mengandung 1500 IU hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin)
Indikasi                                   : Kontrol masalah        Fertilitas (induksi ovulasi, sista ovaria, anestrus, ovulasi yang tertunda,kurang libido dan cryptorchidism) pada sapi, anjing, kuda.Peringatan Simpan Obat pada suhu 8-15 0C
Dosis dan Cara Pemakaian     : Sapi 1500 IU im/iv, Kuda betina1500-3000 IU im/iv, Anjing 100-500 IU im.
Kemasan                                 : Vial berisi 1500 IU dan 5000IU hCG + pelarut.
Deptan RI No. I. 9807413 PKS.1 Obat keras.

3.    CRESTAR
Intervet Intl. B.V. (Belanda/Intervet Indonesia)
Bentuk sediaan                       : Implan + cairan (injeksi)
Komposisi Crestar                   : Implan mengandung 3 mg Progestagen Norgestomet, Larutan injeksi 2 ml mengandung 3 mg Norgestomet dan 5 mg Oestradiol valerate.
Indikasi                                   : Pengaturan estrus pada sapi dara dan dewasa
Dosis dan Cara Pemakaian     : Implan secara sc dan injeksi secara im.
Kemasan                                : Kotak karton berisi 5x5 implan dan 5x5 untuk vial 2 ml larutan injeksi. Deptan RI No. I. 98090605 PKC. Obat keras.

4.    FERTAGYL 
Intervet Intl. B.V. (Belanda/Intervet Indonesia)
Bentuk sediaan                       : Cairan injeksi
Komposisi                               : Per ml mengandung 0,1 mg Gonadorellin
Indikasi                                   : Sistik ovari, perbaikan fertilitas pre dan post partus
Dosis dan Cara Pemakaian     : Sapi 2,5– ml im, kelinci 0,2 ml im
Kemasan                                 : Vial 5 ml
Deptan RI No. I. 9807165 PKC.1 Obat keras.

5.    GONASER
HIPRA, S.A Spanyol/Mensana Aneka Satwa
Bentuk sediaan                       : cairan
Komposisi                               : setiap ml mengandung serum gonadotrophin (PMSG) 100 IU
Indikasi                                   : Domba/kambing/sapi anestrus, superovulasi, sinkronisasi estrus, merangsang perkembangan follikel ovarium.
Dosis dan Cara Pemakaian     : Intramuskular; Sapi 2.000 IU/ekor; Domba/kambing 300 – 600 IU/ekor.
Kemasan                                 : Botol 100 ml
Deptan RI No. I. 04012210 PKC.1 Obat keras.


6.    HORMONIPRA
HIPRA, S.A Spanyol/Mensana Aneka Satwa
Bentuk sediaan           : cairan
Komposisi                   : setiap ml mengandung Oksitosin 10 IU
Indikasi                       : Membantu proses partus/atoni uterus, memperlancar sekresi dan                   ekskresi air susu setelah partus, retensio plasenta, metritis.
Dosis dan Cara Pemakaian: Subkutan/intramuskular/intravena; Sapi 5–7 ml/ekor; Babi 3 – 5 ml/ekor
Kemasan                     : Vial 10 ml, botol 100 ml.
Deptan RI No I. 03072203 PKC.1 Obat keras.

7.    INTERTOCIN - S
Intervet Intl. B.V. Belanda/Intervet Indonesia
Bentuk sediaan           : Cairan injeksi
Komposisi                   : Setiap ml mengandung Oxytocinsintesis dengan konsentrasi 10 IU/ml
Indikasi                       : Stimulasi kontraksi uterus,mempercepat involusi uterus post partus, mengontrol perdarahan post partus,membantu “milk let down” pada kasus agalactia Kontra Indikasi Pada kasus distokia“obstructive” jika digunakan untuk membantu kelahiran, serviks harus sudah terbuka.
Dosis dan Cara Pemakaian: secara sc atau im untuk kuda 0,5–5 ml, sapi1 1–5 ml,domba-kambing-babi 0,5-3 ml, anjing 0,2–1 ml dan kucing 0,1–0,5 ml.
Kemasan                     :Vial 10ml, 25ml, dan 50ml.
Deptan RI No. 98071147 PKC.1. Obat keras.

8.    LUTALYSE
 Pfizer Inc., Amerika Serikat/Indovetraco Makmur Abadi
Bentuk sediaan           : cair
Komposisi                   : dalam 1ml mengandung Dinoprost tromethamin 5mg, Benzil Alkohol 9.45mg
Indikasi                       : penyeragaman berahi, pengobatan endometritiskronis dan piometra, pengobatan birahi tidak kentara (silent estrus) danpersisten korpus luteum, agen penggugur kandungan, mengatur kelahiran.
Dosis dan Cara Pemakaian: Pengaturan estrus sapi dan kuda im 5 ml, 4 hari setelah estrus.Pengobatan estrus sapi dan kuda 5 ml secara im, 4 hari setelah estrus. InduksiAbortus Sapi 5-7ml secara im dapat digunakan hingga kebuntingan diatas 150 hari,Kuda 5 ml secara im dapat digunakan hingga kebuntingan 35 hari. Induksi kelahiranSapi 5-7 ml secara im pada atau setelah umur kebuntingan 270 hari interval pemberian1-8 hari, Babi 2ml secara im diberikan 3 hari sebelum kelahiran dijadwalkan.
Kemasan                     : 10ml.
Deptan RI No. I. 0007113 PKC.2 Obat keras.

9.        NOROPROST
Norbrook Lab - UK / Surya Hidup Satwa
Bentuk sediaan           : Cair
Komposisi                   : Dinoprost 5 mg / ml
Indikasi                       : Meruntuhkan corpusluteum
Dosis dan cara pemakaian: 5 ml / ekor
Kemasan                     : 10 ml
DeptanRI No. I 03112683 PKC Obat keras.

10.    NYMFALON
11.    Intervet Intl. B.V. Belanda/Intervet Indonesia
Bentuk sediaan                       : Pellet kering beku infuse
Komposisi                   : Setiap vial mengandung3000 IU hCG dan 125 mg Progesteron
Indikasi                                   : Kasus sistik ovari pada sapi
Dosisdan Cara Pemakaian: Tiap vial untuk satu ekor sapi
Kemasan                     : Vial 3000 IU hCG + 125 mg Progesteron + pelarut.
Deptan RI No. 9807414 PKC.1. Obat keras.
12.    OXYTOCINA PITUITARIA
Laboratorios Calier, S.A. – Spanyol
Bentuk Sediaan           : Cair
Komposisi                   : Tiap 1 ml mengandung sintetik Oxytocin 20 IU
Indikasi                       : Merangsang otot polos yang digunakan pada masa kelahiran (merangsangkontraksi otot uterus), retention secundinarium, atoni uterus, inertia uterine primerdan sekunder ; Merangsang produksi susu pada kasus agalactia; Kombinasi denganantibiotic pada kasus metritis Distokia, mechanic obstruction, kelainan uterus,penyakit cardiovascular dan ukuran foetus yang terlalu besar; Waktu henti obat 2 hari.

Dosis dan Cara Pemakaian: im atau iv, jika dibutuhkan dapat diulang setelah30 menit.Gangguan kelahiran sapi3,7-5,0ml;kuda 3,7-7,5ml;babi, kambing,domb1,5-2,5ml;anjing0,25-1,25ml;kucing0,25-0,5ml.gangguan pengeluaran susu (agalactia)sapi dan kuda 0,5-1,0 ml;babi, kambing , domba 0,25-1,0ml; anjing , kucing 0,05-0,5ml.
Kemasan                     : 50 ml
Deptan RI I 03031407 PKS.1 Obat keras.

13.    PG 600
Intervet Intl. B.V. Belanda/Intervet Indonesia
Bentuk sediaan                       : Pellet injeksi
Komposisi                   : Setiap vial mengandung 400 IU PMSG(Pregnant Mare Serum Gonadotropin) dan 200 IU HcG untuk Babi.
Indikasi                       : Memulaisiklus estrus,memperbanyak jumlah anak/kelahiran, anestrus, pemeriksaankebuntingan, induksi estrus pada betina.
Dosis dan Cara Pemakaian: Penyuntikanim atau sc
Kemasan                     : Vial dosis tunggal+pelarut dan vial 5 dosis+pelarut.
Deptan RINo. 9807440 PKC.1 Obat keras



14.    PLUSET
Laboratorios Calier, S.A. – Spanyol/Megan Galus Kinantan
Bentuk Sediaan                       : Bubuk & cairan pelarut
Komposisi                   : 1vial terdiri dari Folliclestimulatinghormone (FSH) 500IU dan Luteinizing hormone (LH) 500IU; 1vialpelarut terdiri dari Chlorocresol 0,02gdan Sterile, pyrogen-free 20ml.
Indikasi                       : Induksisuper ovulasi. Jangan diberikan pada sapi yang sedang dalam masa kebuntingan.
Dosis dan Cara Pemakaian: suntikkan secara im
Kemasan                     : 20ml
DeptanRINo.I 03052577VKS. Obat keras.

15.    PROSOLVIN
16.    Bentuk sediaan    : Cairan injeksi
Komposisi                   : Setiap vial mengandung Luprostiol 7,5 mg/ml
Indikasi                       : Subestrus, pengontrolan pembiakan, endometritis kronis, pyometra,
mummifikasi atau maserasi, induksi aborsi, induksi kelahiran, induksi estruskedua post partus, anestrus, corpus luteum persisten, induksi estrus untuk pengaturan perkawinan.
Dosis dan Cara Pemakaian: Sapi 1-2 ml, kuda 1 ml, domba 1 ml, babi1 ml.
Kemasan                     : Vial 2 ml dan 10 ml
Deptan RI No. I. 9807328 PKC. 2. Obat keras.

17.    CLOXALEN PLUS
Fatro S.p.A, Italia/Swadesi CandraSentosa
Bentuk sediaan                                   : Cair
Komposisi                               : Mengandung Ampicillin Sodium, Dicloxacillin Sodium.
Indikasi                                               : Mengobati mastitis pada sapi masa laktasi.
Kontra Indikasi                       : Pada hewan-hewan hypersensitif terhadap Penicillin, obat dapat menimbulkan reaksi alergi yang dapat di kontrol dengan memberikan treatment dan diberikan obat anti alergi.
Dosis dan Cara pemakaian     : Untuk sapi 1 syringge perkuartir setiap 12 jam setiap 2-3 hari di ikuti pemerahan.
Kemasan                                 : Box 12 syringe
Deptan RI No. I. 02081979 PKC.1 Obat keras.

C.    Pada Hewan Jantan
1.      FOLLIGON
Bentuk sediaan                       : Pellet
Komposisi                               : Setiap vial mengandung hormon PMSG ( Pregnant Mare Serum Gonadotrophin) 1000 IU Indikasi Anestrus, superovulasi,Paparan Pemberian Obat Hewan, perbaikan fertilitas, spermatogenesis yang kurang baik pada hewan jantan.
GOLONGAN FARMAKOLOGI FARMASETIK
Dosis dan Cara Pemakaian     : Sapi betina 300–3000IU, sapi jantan 1500–3000 IU im,
Kuda betina 2000 IU, kuda jantan 1500-3000 IU im, Domba betina 400-750 IU,domba jantan 500-1000IU im,kambing betina 1000IU, kambing jantan 500– 1000IU im, Babi 1000 IU im, anjing betina 50–200 IU, anjing jantan 400–1000 IU im, kucing Jantan 400–1000 IU im.
Kemasan                                 : Vial 1000 IU+pelarut.
Deptan RI No.9807415 PKC.1. Obat keras.

2.      OESTRADIOL BENZOAT
Intervet Intl. B.V. Belanda/Intervet Indonesia
Bentuk sediaan           : Cairan injeksi
Komposisi                   : Setiap vial mengandung Oestradiol benzoat 5mg/ml
Indikasi                       : Metritis dan pyometra, salah kawin(mesalliance),kesulitan kencing, prostatitis, prostat hiperplasia dan kelebihan libido
Dosis danCara Pemakaian: Sapi 0,006 mg/kg im, anjing betina 0,01mg/kg im atau sc, anjing
jantan 0,03mg/kg im atau sc.
Kemasan                     : Vial 10ml
Deptan RI No. I 98070330VKC.1. Obat keras

Daftar Pustaka
sengaja tidak dilampirkan..supaya paper ini hanya dijadikan bahan bacaan..bukan untuk dikopas dan dijadikan paper yang baru...hehehe









Tidak ada komentar:

Posting Komentar