Makalah
Mikrobiologi II
OBAT-OBAT
ANTIVIRUS
Disusun
Oleh :
FAUZI
1202101010006
FAKULTAS
KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS
SYAH KUALA
BANDA
ACEH
2014
K A T A P E N G A N T A R
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penyusunan
makalah,dengan judl “Obat-Obat Anti virus “ ini berjalan lancar dan
terselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas Mikrobiologi II
dan menambah pengetahuan Mahasiswa, khususnya mahasiswan Fakultas kedokteran
Hewan (FKH) universitas syiahkuala didalam bidang Virologi dan Beberpa terapai
yang dapat digunakan untuk menghambat proses replikasi dari Virus.
Penulis
berharap makalah ini dapat bermanfaat
serta menjadi jembatan bagi penyusunan makalah selanjutnya. Penulis menyadari bahwa
dalam penyusunan makalah ini masih jauh
dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat
kami harapkan.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb.
Banda Aceh, 27 Maret 2014
Penyusun,
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Virus
merupakan parasit intara seluler obligat.Mikroorganisme ini tidak mempunyai dinding
dan membran sel dan tidak melakukan metabolismee.Reproduksi virus menggunakan
mekanisme metabolik penjamu dan sedikit obat yang cukup selektif untuk
menghambat replikai virus yang tidak merugikan penjmu .misalnya : virus tidak
dipengaruhi oleh obat anti mikroba .Namun beberapa obat dapat membedakan antara
reaksi seluler dan virus yang efektif dan relaktif tidak toksik.
Tiga
pendekatan dasar dilakukan untuk mengontrol penyakit-penyakit yang disebabkan
oleh virus.Vaksinasi dilakukan untuk mencegah dan mengntrol penyebaran penyakit.Kemotrapi
digunakan untuk mengobati gejala-gejala penyakit virus dan usaha mengeliminasi
virus dari tubuh dan pendekatan terakir yang sering digunakan adalah stimulasi
mekanisme resistensi alami inang untuk mempersingkat durasi penyakit.
Masalah
yang sering muncul dengan menggunkan kemotrapi adalah setiap kali kita ingin
membunuh organisme penyerang,sel inang juga akan terkena efek negatifnya.Hal
ini disebabkan karena obat tidak bisa membedakan antara sel inang dengan
organisme penyerang.Oleh karena itu untuk memahami senyawa-senyawa anti
virus,kita perlu meninjau siklus hidup virus dan memperkirkan sisi yang dapat
diganggu atau diblok oleh obat anti virus itu sendiri : (1) Pelekatan dan venetrasi
virus ke sel inang (2) Pelepasan selubung genom virus kedalam sel inang(3)
Sintesis komponen virus didalam sel inang(4) Perakitan komponen virus didalam
sel inang.
Dengan
mengetahui bagian-bagian dari virus yang dapat diganggu oleh obat anti
virus,maka kita dapat meminimalisir resiko kerusakan yang dapat terjadi pada sel
inang.Karena dengan mengenali cara kerja dari obat antivirus terhadap virusnya,
diharapkan obat yang digunakan dapat membedakan antara sel induk semang dengan
virus yang sedang menginfeksi induk semang itu sendiri.
1.2.Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
tahap-tahap replikasi virus ?
2.
Bagaimana Cara
kerja dari obat antivirus ?
3.
Apa yang dirusak
atau tahap yang dihambat oleh obat antivirus dalam proses replikasi virus ?
4.
Bagaimana cara
obat antivirus membedakan antara sel inang dengan virus ?
1.3. Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui tahap-tahap dari replikasi
virus secara umum.
2.
Mengetahui Cara kerja obat antivirus
dalam menghentikan atau memutus salah satu tahap dari replikasi virus
3.
Mengetahui
cara obat antivirus membedakan antara sel inang dengan virus
1.4. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu :
1.
Untuk memenuhi tugas Mikrobiologi II veteriner
tentang obat-obat antivirus
2.
Dapat dijadikan sebagai sumber informasi
terkait pemahaman mengenai obat-obatan yang sering digunakan sebagai
antivirus.
BAB II
ISI
2.1.Proses
Replikasi Virus
Menurut Stringer ( 2009
) Beberapa siklus hidup dari virus yang penting untuk dipahami dlaam upaya
penggunan obat-obat antivirus secara optimal adalah :
1.
Pelekatan dan enetrasi vvirus ke sel
inang
Menurut
Irianto (2010) fase ini disebut dengan fase absorpsi. Fase adsorpsi ditandai
dengan melekatnya ekor virus pada dinding sel inang.Virus hanya menempel
padatempat-tempat khusus ,yakni pada permukaan dinding sel inang yang memiliki
protein khusus yang dapat ditempeli leh protein virus.Menempelnya virus pada
dinding sel bakteri ini sangata khas , mirip kunci dan gembok .Virus dapat
menempel pada sel-sel tertentu yang diinginkan karena memiliki reseptor pada ujung-ujung serabut
ekor.Setelah menempel.virus mengeluarkan enzim lisozim ( enzim penghancur)
sehingga terbentuk lubang pada dinding sel bakteri atau sel inang.
2.
Pelepasan selubung genom virus kedalam
sel inang
Menurut
irianto ( 2010 ).fase ini dsebut dengan fase injeksi. Setelah terbentuk lubang
,kapsid viris berkontraksi untuk memompa asam nikleatnya (DNA dan RNA) mauk kedalam
sel.Jadi.kapsid virus tetap berada diluar sel inang.Jika telah kosong maka
kapsid akan terlepas dan tidak berfungsi lagi.
3.
Sintesis komponen virus didalam sel
inang.
Menurut
Irianto ( 2010 ) fase ini disebut dengan fase sintesis. Virus tidak memiliki
mesin biosintetik sendiri.Virus akan menggunakan mesinbiosintetik inang untuk
melakukan kehidupannya.kerena itu pengendali mesin biosintetik bakteri yakini DNA bakteri,harus
dihancurkan.Untuk DNA virus mamproduksi enzim penghancur.Enzim penghancur ini
akan menghancurkan DNA ianang tetapi tidak mengahancurkan DNA virus.Dengan
demikian sel inang tidak dapat mengendalikan mesin biosintetiknya sendiri.
DNA virus mengambil alih kendali kehidupan.DNA virus yang mereplikasi diriberugkali dengan jalan mengkopi diri membentuk DNA virus dalam jumlah banyak .Selanjutnya DNA virus ini mensistesis protein yang akan dijadikan kapsid dengan menggunakan ribosom dan enzim-enzim sel inang.
DNA virus mengambil alih kendali kehidupan.DNA virus yang mereplikasi diriberugkali dengan jalan mengkopi diri membentuk DNA virus dalam jumlah banyak .Selanjutnya DNA virus ini mensistesis protein yang akan dijadikan kapsid dengan menggunakan ribosom dan enzim-enzim sel inang.
4.
Perakitan komponen virus didalam sel
inang
Menurut
Irianto ( 2010 ) pada tahap ini Kapsid yang disintesis mula-mula terpisah
–pisah antara bagian kepala.ekor dan serabut ekor.Bagian-bagian ini kemudian
akan dirakit menjadi bagian yang utuh.Virus yang terbentuk berjumlah100-200
buah.
Dengan
memutus salah satu dari tahap replikasi virus,maka proses perkembangan dari
virus dapat dihentikan. Sebagian besar obat antivirus yang tersedia saat ini
adalah obat-obatan yang bekerja memblok protein virus spesifik yang terlbata
didalam sintesis komponen virus didalam sel inang.
2.2.Obat-Obat
Antivirus dan Cara Kerjanya
Obat-obat anti-virus digunaakan untuk
membasmi,mencegah,atau menghambat penyebaran infeksi virus.Virus bereplikasi
dalam beberapa tahap.Tujuan dari oabat-obat anti virus adalah untuk mencegah
replikasi virus dengan menghambat salah satu dari tahap-tahap tersebut
,sehingga dengan demikian menghambat virus untuk bereproduksi.
Obat anti virus
memiliki target berupa reproduksi virus.Pada antvirus yang memilki analog
nukleosida dan nukleotida,mekanisme aksinya adalah dengan menciptakan kesalahan
pada sintesis nukleotida virus.
2.2.1 Antivirus yang Bekerja pada
Protein membran matriks Virus
1. AMANTADIN dan RIMANTADIN
Obat
ini bekerja dengan cara penghambatan terhadap protein membran matriks dari
virus, M2 yang berfungsi sebagai saluran ion.Saluran ini untuk fusi beberapa
membran virus dengan membran sel yang kemudian membentuk endosom ( terbantuk
jika virus virus masuk sel dengan cara endositosis ).Lingkungan asam dari
endosom diperlukan untuk pelepasan selubung virus .Obat ini juga dapat
menggangu pelepasan virion baru.
Jika
terjadi resistensi ,hal ini disebabkan perubahan satu asam amino dari matriks
protein M2.Dengan dihambatnya pengeluaran virion baru maka virus tidak akan
bisa memperbanyak diri dan memperluas daerah infeksinya terhadap sel inang.
2.2.2.Antivirus yang bekerja dengan
cara menghambat sintesis mRNA dan DNA
1. RIBAVIRIN
Cara
kerja obat ini hanya dipelajari untuk virus influenza.Ribavirin pertama diubah
menjadi derivat 5-fosfat,hasil utamanya berupa senyawa ribavirin
trifosfat(RTP). RTP ini dipostilasikan
bersifat anti virus dengan mnghambat sintesis mRNA virus.
Rhinovirus
dan enterovirus yng mempunyai preformed mRNA dan tidak perlu menyintesis mRNA
dalam sel penjamu untuk memulai infeksi,adalah relatif resisten terhadap kerja
ribavirin.
2.
ASIKLOVIR
Merupakan
obat antivirus yang banyak digunakan untuk virus herpes.Asiklorofir suatu
analog guanosin yang tidak mempunyai gugus slukosa ,mengalami monofosforilasi
dalam enzim oyang dikode herpes virus ,timidn kinase.Analog monofosfat diuabah
ke bentuk trifosfat leh sel penjamu .Trivosfat asiklovir berpacu dengan dioksi
guanofir trifosfat(dGTP) sebgai suatu
substraks unutuk DNA polimerase dan masuk kedalam DNA virus yang menyebabkan
terminasi rantai DNA yang prematur .Ikatan yang irreversible dari template
primer yang mengandung asiklovir ke DNA polimerase melumpuhkan enzim .Zat ini
kurang efektif terhadap sel penjamu.
3.
GANSIKLOVIR
Diaktifkan
dengan cara dikonversi menjadi nileosit trifosfatoleh enzim virus dan selular
dengan jalur mana yang digunakan tergantung dari virusnya.Sitomegavirus tanpa
timidinkinase ,membentuk trifosfat .Nukleotida ini secara kompetitif menghambat
polimerase DNA dan dapat dimasukkan kedalam DNA untuk memutus atau menghambat kecepatan
elongasi rantai.
4.
FOSKARNET
Bekerja
dengan menghambat polimerase DNA dan RNA secara reversible ,yang mengakiri
elongasi rantai ( perpanjang rantai menggunakan enzim elongase ).
5.
VIDARABIN
Sutu
analog adenosin diubah didalam sel menjadi analog 5-trofosfat yang diperkirakan
akan menghambat sintesis DNA virus.
6.
ZIDOVUDIN,DIDANOSIN,ZALSITABIN,STAVUDIN
dan LAMIVUDIN.
Obat
ini harus diubah menjadi nukleosit trifosfat
yang sesuai oleh timidinkinase penjamu untuk mendapatkan aktivitas antivirusnya.Kemudian
akan dimasukkan kedalam DNA virus yang bertunbuh ( tetapi ukan inti penjamu
)oleh cadangan transkriptase, akibatnya sinetsis DNA tidak terjadi dan
replikasi virus tidak terjadi.
2.2.3.Interveron
Interveron
(IVN) secra alami disintesis oleh sel inang.Fungsinya adalah melindungi sel-sel
disekitarnya dari mikroorganisme,sehingga dapat mengatasi infeksi.
Bekerja
menyangkut induksi enzim panjamu ( misalnya suatu protein kinase 2,5
oligoadenilat sintase dan fosfoditerase ) yang menghambat translasi RNA virus
dan akirnya menyebabkan degradasi mRNA dan tRNA virus.
DAFTAR PUSTAKA
Irianto,K.2010.Mikrobiologi.Yarama Widia : Bandung
Mycek,M.J
dan richard.A.H dan pemela,CC.2001.Farmakologi
edisi ke 2.Widya medika : Jakarta.
Kee,J.L
dan Hayes,E.R.1996.Farmakologi.Penerbit
buku kedokteran EGC: Jakarta.
Pratiwi,S.T.2008.Mikrobiologi
Farmasi.Erlangga Medical Series : Jakarta.
Striner,J.L.2009.Konsep dasar farmakologi.Penerbit Buku
Kedokteran EGC :Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar